Alangkah rapuhnya hati ini. Ku kira luka di hatiku telah sembuh tetapi ternyata ianya tidak semudah yg ku duga. Alangkah pedihnya bila parut luka terguris kembali. Tanpa sedar, aku menangis tersedu. Menahan sebak dan pilu yang mencincang umbi hatiku. Sedetik aku bingung... Secarik harapan duka yg begitu menjeratku membuat ku rebah menyembah kegersangan.
Seharum Kasih Semerbak Rindu
Tuesday, 30 October 2012
Saturday, 18 February 2012
~*~BENARKAH SEPI ITU INDAH~*~
Benarkah sepi itu indah..
Atau sekadar madah berhelah
Mengaburi segala resah
Sedangkan jiwa terasa lelah.....
Benarkah sepi itu nikmat
Mampu ditelan sehingga lumat
Sepi ku gapai sebagai rahmat
Bertandang bertamu di setiap tempat......
Rindu...
Sering datang tanpa jemu
Ingin ku anyam menjadi salju
Dingin mencengkam di sudut kalbu
Di sini...
Ku mengutip rindu dan sepi
Ku simpul ku ikat bagaikan tali tersimpul mati
Moga tidak terusik mahabbah cintaku nanti
Rindu dan sepi yang akan ku abadikan
Ku benamkan di tasik hati yg tiada daratan
Tuesday, 31 January 2012
~*~MUTIARA KATA~*~
Hidup ini tidak ubah seperti lautan. Tika tenang, desiran ombak amat mendamaikan jiwa dan perasaan. Tp tatkala lautan bergelora.... ia mampu merentap segala bahagia.
Jangan bersedih, sebab kesedihan hanya akan membuat air yang segar terasa pahit,... dan sekuntum bunga mawar yang indah nampak seperti sebongkok labu, taman yang rimbun nampak seperti gurun pasir yang gersang dan kehidupan dunia menjadi penjara yang gelap.
Selagi nafas masih bersatu dgn jasad, selagi itulah perjalanan hidup harus diteruskan. Biarpun setiap langkah yg diatur dibelit oleh onak dan duri. Biar sakit, biar pedih, teruskan perjalanan krn di hujung jalan sana, ada bahagia yg menanti......
Buatlah yg terbaik utk dirimu. Teruskan langkah kakimu menggapai redha Ilahi. Segala fitnah dan rasa iri yg mendatang adalah umpama duri yg membelit kaki di sepanjang langkah perjalananmu. Ada tikanya memang menyakitkan. Namun kesakitan itulah yg akan mengajar dirimu erti ketabahan dan kekuatan. Mohonlah kekuatan dari Ilahi krn tanpa pertolonganNYA, kita tidak akan mampu mengatur walau hanya selangkah.
Di saat hati melakar bahagia, tetap ada belati yg mampu menghiris. Segalanya dtg tanpa diduga. Tanpa sempat utk kita bersedia. Belati yg menghiris jauh di dasar hati meninggalkan luka yg amat dalam. Mampukah luka itu sembuh sendiri.....
Di saat hati melakar bahagia, tetap ada belati yg mampu menghiris. Segalanya dtg tanpa diduga. Tanpa sempat utk kita bersedia. Belati yg menghiris jauh di dasar hati meninggalkan luka yg amat dalam. Mampukah luka itu sembuh sendiri.....
Tidak sanggup ku menggapai pelangi biar sekadar di hujung mimpi. Pelangi yg indah sekadar bayangan. Namun, hadirmu pelangi tetap ku nantikan utk mewarnai kehidupanku. Menyerikan taman hatiku....
Kita sekadar berpijak di bumi nyata. Menjalani kehidupan sbg manusia biasa. Ujian dtg dlm hidup bersilih ganti tidak mengira masa. Ketenangan yg abadi mungkin blm mampu menjadi milik kita. Namun cukuplah andai kita masih mampu merasa bahagia.
Sunday, 22 January 2012
~*~MENGGAPAI PELANGI DI HUJUNG MIMPI~*~
Rasa sayang yang hadir di dalam hati sebenarnya berlaku adalah kerana limpahan kasih yang berada jauh di suatu sudut lain. Ianya sama seperti melihat gambar seseorang dengan rasa kasih. Rasa itu adalah sekadar sentuhan dan tidak seharusnya ditanam di dalam hati. Rasa itu jugalah yang akan hadir tatkala sampai waktu kita akan meninggalkan dunia ini. Kelebihan untuk kaum hawa, akan dapat menyentuh rasa itu tatkala anak lelaki atau saudara lelaki bertemu jodoh mereka.
Pengalaman rasa itu juga adalah dari "Tajalli" atau penzahiran dari sifat "Jamal" Allah. Ia juga dikatakan tenggelam. Bermakna perjalanan kerohanian telah sampai ke makam tertentu. Kesimpulannya, itulah yang dinamakan "Jazbah".
Dengan sedikit sentuhan limpahan zikir, diri dilambung ke zaman ribuan tahun di mana sejarah berlalu. Inilah kebenaran yang disebut "Hakkul Yakin" setelah melihat bayangan "Jamalullah". Dalam satu rasa ada beribu rasa. Ini hanyalah sedikit pecahan "Syuhudul katrah fi wahdah dan Syuhudul wahdah fi katrah".
Pengalaman rasa itu juga adalah dari "Tajalli" atau penzahiran dari sifat "Jamal" Allah. Ia juga dikatakan tenggelam. Bermakna perjalanan kerohanian telah sampai ke makam tertentu. Kesimpulannya, itulah yang dinamakan "Jazbah".
Dengan sedikit sentuhan limpahan zikir, diri dilambung ke zaman ribuan tahun di mana sejarah berlalu. Inilah kebenaran yang disebut "Hakkul Yakin" setelah melihat bayangan "Jamalullah". Dalam satu rasa ada beribu rasa. Ini hanyalah sedikit pecahan "Syuhudul katrah fi wahdah dan Syuhudul wahdah fi katrah".
Saturday, 21 January 2012
~*~LARA~*~
Sesungguhnya.....
Keikhlasan hati ku teruji lagi
Mengapa harus ada luka
bagai belati yg menghiris kalbu
di saat Allah makbulkan doaku
Pasrah ku pd Mu Ya Allah....
biar terasa hatiku berdarah
Mampukah ku balut luka yg semakin parah
dgn air mata yang terus tumpah
Keikhlasan hati ku teruji lagi
Mengapa harus ada luka
bagai belati yg menghiris kalbu
di saat Allah makbulkan doaku
Pasrah ku pd Mu Ya Allah....
biar terasa hatiku berdarah
Mampukah ku balut luka yg semakin parah
dgn air mata yang terus tumpah
Thursday, 19 January 2012
~*~PANTUN RINDU~*~
Mentari bersinar di ufuk alam
Mega mendung berarak senja
Tanpa kasihmu hatiku suram
Bagaikan permata tiada berharga
Semilir bayu terasa dingin
Damai di hati hilanglah sepi
Sesekali hati teringin
Menggapai pelangi di hujung mimpi
Desiran ombak membelai pantai
Pantai menanti penuh setia
Sudah puas hamba mengintai
Di hujung rindu ada bahagia
Kapal belayar berlabuh di muara
Membawa bekalan ke tanah Jawa
Bila cinta terasa membara
Kemana rindu hendak ku bawa
Seruling ditiup begitu merdu
Bunyi gemersik di angin lalu
Andai dapat ku paut rindu
Cinta dan kasih mekar selalu.....
Bunyi gemersik di angin lalu
Andai dapat ku paut rindu
Cinta dan kasih mekar selalu.....
Kalau tuan menanam selasih
Jangan ditanam bersama mengkudu
Bila cinta bersulam kasih
Sayang berpaut di dahan rindu...
Jangan ditanam bersama mengkudu
Bila cinta bersulam kasih
Sayang berpaut di dahan rindu...
Tuesday, 17 January 2012
~*~BAYANGAN RINDU MU~*~
Tak mampu ku usir rindu yang bertamu
yang hadir di hujung resahku
yang mengetuk kalbu ku bertalu
Setiap saat namamu di bibir
Setiap waktu bayangmu kian hampir
Setiap ketika wajahmu sering hadir
Aku lemas dan tenggelam
di lautan rindu yang amat dalam
Namun... lemas ku sendiri
Menghitung hari2 yang berlalu sepi
Subscribe to:
Comments (Atom)